Di sebuah desa di daerah Jawa, tinggallah seorang janda tua bersama anak angkatnya yang diberi nama Jaka Tarub. Ia diasuh sejak kecil oleh seorang seorang diri oleh sang ibu hingga menjadi pemuda tampan. Jaka Tarub senang berburu ke hutan. Ia menangkap ikan, burung, dan menjangan. Namun hari itu seharian ia berjalan tak menjumpai seekor hewan pun. Ketika istirahat, tiba-tiba terdengar sayup-sayup suara wanita bercanda di tengah hutan. Jaka Tarub mencari sumber suara itu. Ia terkejut melihat tujuh gadis cantik sedang mandi di telaga. Mereka ternyata bidadari yang turun ke bumi. Jaka Tarub juga menemukan setumpuk pakaian di tepi telaga itu. Kemudian disembunyikannya salah satu pakaian tersebut. Menjelang sore, bidadari-bidadari itu mengenakan pakaiannya kembali. Namun ada satu bidadari yang kebingungan karena pakaiannya hilang. Ia mencari ke sana kemari sambil menangis. “Maafkan kami, Nawang Wulan. Kami tak dapat menolongmu, sebentar lagi matahari tenggelam, kami harus-harus c...